Diplomasi Gastronomi, Cara Perkenalkan Indonesia di Mata Dunia

Thu, 22 Oct 2020 09:00
160
Diplomasi Gastronomi, Cara Perkenalkan Indonesia di Mata Dunia

Sebagai negara yang terdiri dari banyak pulau, Indonesia memiliki berbagai macam budaya dan makanan khas yang sangat lezat. Nyatanya makanan khas Indonesia bukan hanya untuk memanjakan lidah, melainkan sebagai salah satu sarana untuk mempromosikan Indonesia di hadapan negara asing.

 

Duta Besar Indonesia untuk negara Ekuador tahun 2016-2020 dan Wakil Ketua Dewan Pembina Indonesian Gastronomy Association (IGA), Diennaryati Tjokrosuprihatono mengaku menggunakan makanan untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Ekuador. Cara ini terbukti efektif dan berhasil untuk dilakukan.

 

gado-gado

 

Ia mengatakan bahwa masyarakat Ekuador awalnya tidak mengenal Indonesia. Mereka hanya mengetahui Indonesia karena bencana besar tsunami yang melanda Tanah Air beberapa tahun lalu. Selain itu Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ekuador baru dibangun 2010.

 

“Tujuan diplomasinya cukup berat. Indonesia belum punya citra, jadi harus dipromosikan secara masif dengan menggunakan media. Jadi yang saya lakukan mencari informasi seberapa banyak diaspora dan apa makanan favorit mereka,” terang Diennaryati, dalam Ambasador’s Talk: Makanan Sebagai Budaya Merupakan Tugas Diplomasi, belum lama ini.

 

Menurut Diennaryati, makanan sangat penting karena tak ada orang yang bisa lepas dari makanan. Terlebih makanan memiliki khasiat dan bisa membuat seseorang menjadi senang.

 

Jadi ia memutuskan untuk membawa chef handal dan membuat teamwork untuk memperkenalkan Indonesia melalui makanan.

 

“Resolusi yang kita buat adalah saling peduli. Jadi di sini integritas sangat penting dalam menjalani diploma. Saya juga mencari staf yang merupakan seorang penari untuk mengenalkan tradisi Indonesia. Kami juga mengunjungi para WNI sambil membawa makanan dan oleh-oleh mereka. Mereka adalah duta-duta kita di Ekuador,” lanjutnya.

 

Diennaryati menjelaskan, para WNI juga berkontribusi dalam membagikan informasi kepada masyarakat Ekuador. Terlebih sebagian besar dari mereka adalah kepala paroki di gereja-gereja sehingga dapat mempromosikan Indonesia dengan lebih baik.

 

Di saat yang sama, Diennaryati juga menjelaskan alasannya memilih diplomasi gastronomi. Menurutnya cara ini adalah diplomasi kebudayaan yang fleksibel.

 

Selain itu masyarakat Ekuador juga memiliki kebiasaan gemar makan diluar dengan porsi yang banyak.

 

“Makanan Indonesia gak ada di Ekuador. Tidak ada negara ASEAN yang memiliki duta besar di Ekuador. Jadi Indonesia merupakan negara ASEAN pertama kali. Jadi diplomasi terbaik adalah melalui makanan. Karena melalui perut adalah cara terbaik dan tertua untuk diplomasi,” sambungnya.

 

Ia mengaku untuk mempromosikan Indonesia melalui cara gastronomi, caranya dengan melihat siapa orang yang akan dijamu. Sebab cara menjamunya harus berbeda dan itu menjadi bagian pemikiran dan tugas sebagai seorang duta besar.

 

“Kalau misal saya menjamu mereka yang kedudukan tinggi, saya akan memberikan makanan indonesia dengan cara fine dining seperti rendang, gado-gado dan lainnya. Makanan tidak hanya karena kelezatannya saja, tapi filosofi, sejarah, cara memasaknya, resepnya dan nutrisinya sangat penting untuk diketahui,” pungkasnya.

 

 

Sumber: okezone

Diplomasi Gastronomi, Cara Perkenalkan Indonesia di Mata Dunia

Diplomasi Gastronomi, Cara Perkenalkan Indonesia di Mata Dunia

Diplomasi Gastronomi, Cara Perkenalkan Indonesia di Mata Dunia

Diplomasi Gastronomi, Cara Perkenalkan Indonesia di Mata Dunia

Diplomasi Gastronomi, Cara Perkenalkan Indonesia di Mata Dunia

Last Update

Latest Review

Review of Dapur Cokelat (Dapur Coklat)

Posted by DM S.
on 12 Aug 2020
Senang Banget Kesini
Dapur Coklat enak banget disini mantapp Harga Promo Mobil Mitsubishi...