Kedai Kopi Viral yang Diapit Sawah dan Sungai di Bogor, Sudah Pernah ke Sana?

Thu, 07 Jan 2021 09:00
494
Kedai Kopi Viral yang Diapit Sawah dan Sungai di Bogor, Sudah Pernah ke Sana?

Jakarta - Pandemi Covid-19 mendorong bermunculannya kafe dan resto yang mengusung konsep dekat dengan alam. Tak terkecuali dengan Kopi Tubing yang belakangan jadi destinasi wisata kuliner baru di Bogor.

 

Kedai kopi itu tepatnya terletak di Jalan Gunung Menir, Kecamatan Pamijahan, Bogor, Jawa Barat. Tempatnya tidak terlalu jauh dari pusat kota Bogor, sekitar 33 kilometer ke arah barat daya, yang bisa ditempuh selama 1 jam 30 menit menggunakan mobil pribadi.

 

Nama Tubing diambil dari posisi kedai yang berada di tebing. Pengunjung bahkan bisa mendapat pemandangan lengkap, perpaduan antara sawah dan Sungai Cikuluwung yang jernih dengan tepiannya masih banyak pepohonan. Karena rindang, suasana sejuk langsung terasa.

 

Lokasinya juga tidak jauh dari tempat arung jeram Cikuluwung River Tubing. Jadi, Anda juga bisa menjajal tubing sungai sebagai pemanasan sebelum mengisi ulang energi.

 

"Saya mau kasih nuansa khas alam, seperti dikelilingi hamparan sawah dan pepohonan hijau dari perbukitan di sekelilingnya," kata Joe, manager Kopi Tubing, saat dihubungi Liputan6.com, pada Selasa, 5 Januari 2021.

 

Kedai kopi itu resmi beroperasi pada 18 Desember 2020. Areal sawah yang dipertahankan seluas 150 meter persegi. Saat ini, Anda masih bisa melihat hamparan padi yang mulai menguning.

 

Di atas sawah, pengelola membuat jalur pejalan kaki dan tempat nongkrong dari bilah-bilah kayu. Tak perlu khawatir kepanasan saat nongkrong karena terdapat payung besar berwarna putih untuk melindungi Anda dari sengatan sinar matahari.

 

"Tempat ini didirikan untuk menenangkan pikiran, melepas penat dari keramaian kota yang aktivitasnya sangat padat. Maka itu, kondisi alaminya tetap dipertahankan," tutur Jo.

 

Fasilitas dan Menu yang Ditawarkan

 

Kedai Kopi Viral yang Diapit Sawah dan Sungai di Bogor, Sudah Pernah ke Sana?

(dok.instagram @kopitubing)

 

Selain kedai kopi, Kopi Tubing juga memiliki restoran yang menempati bangunan utama dua lantai berarsitektur modern. Didominasi material kayu dan batu, bangunan tersebut memadukan warna putih, krem, dan hitam.

 

Selain bisa menikmati makanan dan minuman di bangunan utama, pengunjung juga bisa memilih tempat di gazebo yang dilengkapi bean bag ataupun di saung. Dari kejauhan, Anda bisa melihat kemegahan puncak Gunung Salak. Tersedia juga fasilitas musala di tempat tersebut.

 

Kedai kopi ini menyedikan beberapa menu pilihan yang menarik, seperti Kopi Susu Tubing, berupa campuran espresso dengan susu khas Tubing. Selain kopi, tersedia pula berbagai makanan, yang terdiri dari menu utama, appetizer, dan makanan penutup, seperti gurame salad mangga, roti korea, dan brownies ice cream.

 

Kisaran harga makanannya mulai dari Rp15 ribu hingga Rp75 ribu. Sementara, harga minuman berkisar antara Rp7 ribu hingga Rp30 ribu. Sejauh ini belum diketahui apakah tempat ini sudah memperoleh sertifikasi CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai penanda pengelola menerapkan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan secara ketat.

 

Mengingat masih situasi pandemi Covid-19, jangan lupa untuk selalu menerapkan 3M di tempat ini. Anda juga semestinya tak memaksakan diri berkunjung ke sana bila tempat tersebut terlihat penuh hingga sulit menjaga jarak aman. (Melia Setiawati)

 

 

 

Sumber: LIPUTAN6

Kedai Kopi Viral yang Diapit Sawah dan Sungai di Bogor, Sudah Pernah ke Sana?

Kedai Kopi Viral yang Diapit Sawah dan Sungai di Bogor, Sudah Pernah ke Sana?

Kedai Kopi Viral yang Diapit Sawah dan Sungai di Bogor, Sudah Pernah ke Sana?

Kedai Kopi Viral yang Diapit Sawah dan Sungai di Bogor, Sudah Pernah ke Sana?

Kedai Kopi Viral yang Diapit Sawah dan Sungai di Bogor, Sudah Pernah ke Sana?

Artikel Terbaru

Ulasan Terbaru

Ulasan dari Wilda Watch

Dikirim oleh iin p.
pada 15 Feb 2021
langganan saya dari dulu
sebagai pemilik akun love indonesia, saya mau mereview toko ini. wah toko ini sih legenda ...